You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 100 Ton Sampah Diangkut dari Bantaran Kali Cipinang
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

100 Ton Sampah Diangkut dari Bantaran Kali Cipinang

Sebanyak 100 ton sampah yang menumpuk di bantaran Kali Cipinang, Kelurahan Rambutan, Ciracas, dibersihkan dan diangkut, Minggu (13/9).

Musim penghujan nanti kalau sampahnya terbawa ke aliran bisa menyumbat. Makanya sebelum penghujan datang kita keruk

Sebuah alat berat dikerahkan untuk mengangkut sampah dari bantaran kali tersebut. Diperkirakan, seluruh pengangkutan akan rampung dalam sepekan.

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan, selama ini sampah dikeluhkan menyebabkan penyempitan kali. Selain itu, keberadaan sampah dikhawatirkan menyebabkan aliran kali tersumbat.

Aksi Pungut Sampah Dilaksanakan di Waduk Pluit

"Musim penghujan nanti kalau sampahnya terbawa ke aliran bisa menyumbat. Makanya sebelum penghujan datang kita keruk," ujarnya.

Dikatakan Bambang, sampah yang hingga membumbung tinggi sudah merupakan hasil penumpukan sejak 30 tahun lalu. Kini sampah sudah bercampur dengan lumpur sehingga membentuk sendimen.

Sementara itu, Kasudin Kebersihan Jakarta Timur, Wahyu Pudjiastuti mengatakan, selain menempatkan satu unit alat berat becko, pihaknya juga akan menyediakan truk pengangkut. Setelah dikeruk, sampah langsung dibawa ke Bantar Gebang.

"Kalau melihat volumenya, kita perkirakan lebih dari 100 ton. Untuk menyelesaikan, mungkin butuh waktu sepekan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1173 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1150 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye921 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye916 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye838 personBudhi Firmansyah Surapati